Gudang Berita Islam

Subhanallah.. Ini Astronot Yang Kerjakan Shalat di Luar Angkasa

Pada waktu pertama kita mendengar ada seorang astronot yang mendarat di bulan pasti yang kita dengar adalah nama seorang Neil Amstrong dan kawan-kawan. Hal itu mungkin tidak menjadi permasalahan bagi kita sebagai seorang muslim untuk mengkaji hal tersebut dari perspektif penetapan hukum fiqih mengingat pertama kali mereka yang mendaratkan kaki di bulan adalah orang yang notabene bukan orang Islam. Tapi bagaimana bila seorang Muslim hidup di luar angkasa, menjadi astronot misalnya, apakah dia tetap wajib menjalankan shalat lima waktu? Bagaimana tata cara mereka untuk menjalankan kewajiban itu?

Pertanyaan ini ternyata terjawab dengan meluncurnya seorang warga Malaysia berdarah Minang, Sheikh Muszaphar Shukor Al Masrie bin Sheikh Mustapha yang menjadi astronot Malaysia pertama yang berangkat lepas landas pada 2007 silam. Astronot Malaysia itu telah bertolak kuntuk mengorbit ke bulan pada tanggal 10 Oktober 2007 ini.

Peristiwa tersebut mau tidak mau harus membutuhkan pembaharuan atau mungkin penambahan konsep tentang shalat yang selama ini dalam literatur- literaur hanya membahas shalat secara umum dan biasa-biasa saja.

Muszaphar Shukor bersama Yuri Malenchenko (Rusia) dan Peggy Whitson (AS), telah lepas landas pada 10 Oktober 2007 silam dengan Soyuz TMA-11yang diluncurkan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dalam program kerjasama dengan Rusia.

Karena Sheikh Muszaphar adalah seorang Muslim, dan masa penerbangannya bertepatan dengan bulan Ramadhan, Dewan Fatwa Nasional Malaysia akhirnya mengeluarkan buku panduan untuk Muslim di antariksa. Buku ini mengatur tata cara shalat di ruangan tanpa gravitasi, bagaimana mencari kiblat dari ISS, bagaimana menentukan waktu shalat, dan bagaimana berpuasa.

Selain itu, Sheikh Muszaphar juga merayakan hari raya Idul Fitri di luar angkasa. Untuk itu, ia membawa bekal sate dan kue untuk dibagi-bagikan kepada anggota misi yang lain pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007 untuk merayakan Idul Fitri.

Dalil tentang sholat diluar angkasa

1. Surat Al - Baqoroh ayat 149 :
Artinya : “ Dan darimanapun engkau ( Muhammad ) keluar, hadapkanlah wajahmu kearah Masjidil haram ,sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.“ ( Q.S. Al Baqoroh : 149 ).

2. Suarat Al - Baqoroh Ayat 150 :
Artinya : “ Dan dimana saja kamu berada,maka hadapkanlah wajahmu kearah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia ( untuk menentangmu ) ,kecuali orang-orang zalim diantara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka,tetapi takutlah kepada-Ku,agar
Aku sempurnakan ni’mat-Ku kepadamu,dan agar kamu mendapat petunjuk. “ ( Q.S. Al-Baqoroh : 150 ).

Berdasarkan dalil-dalil diatas bahwa sholat tetap wajib dilaksanakan walaupun dimana saja dan dalam kondisi apapun termasuk ketika diluar angkasa.Adapun tata cara melakukan shalat diluar angkasa sama halnya melakukan shalat dibumi,yaitu apabila tidak bisa berdiri tegak boleh dengan duduk,kalau tidak bisa duduk boleh dengan cara tidur posisi miring,dan apabila tidak bisa boleh dengan terlentang.

Menentukan Arah Kiblat

Sedangkan dalam hal menentukan arah kiblat yaitu dengan menghadap kearah Masjidil Haram walaupun hanya dengan perkiraan atau keyakinannya. Berdasarkan uraian diatas ,maka kami menyimpulkan bahwa dalam menjalankan ibadah bersuci dan shalat diluar angkasa bisa mendapat rukhsoh dari segi hukum islam.Adapun tata cara wudhu diluar angkasa dengan menggunakan air,kalau tidak memungkinkan menggunakan air maka menggunakan debu walaupun dengan simbolis. Sedangkan arah kiblat dengan menghadap kearah masjidil haram, walaupun tidak mengetahui arah masjidil haram secara pasti ,maka dengan keyakinan sholatnya tetap sah.Adapun tata cara pelaksanaannya sebagaimana cara melaksanakan sholat dibumi.

Berikut video saat astronot Muslim itu melaksanakan shalat dalam pesawat di antariksa:

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Subhanallah.. Ini Astronot Yang Kerjakan Shalat di Luar Angkasa

0 komentar:

Posting Komentar